Connect with us

Event

Antisipasi Teror Bom, Pos Penjagaan Polres Sergai Diperketat

admin

Published

on

| 4 views
Polisi melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung di Mako Polres Sergai Selasa (13/11/2019)

Antisipasi Teror Bom, Pos Penjagaan Polres Sergai Diperketat

SERDANG BEDAGAI – Pintu masuk Mapolres Serdang Bedagai diperketat pasca bom bunuh diri terjadi Selasa (13/11) pagi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara.

Sejak pagi, pengendara dan pengunjung yang keluar masuk di Mako Polisi itu diperiksa, termasuk barang bawaan. Personil polisi bersenjata laras panjang lengkap diturunkan.

“Iya, sesuai SOP, hari ini pintu penjagaan di Mapolres Sergai diperketat antisipasi teror bom,” tulis Kapolres AKBP Juliarman Eka Pasaribu via WhatsApp kepada wartawan Selasa(23/11).

Kasat Sabhara AKP Kesmart Purba didampingi, KBO Kasat Sabhara Ipda Surya Abadi memimpin langsung pemeriksaan di pos penjagaan.

Khusus pengendara sepeda motor tidK diperkenankan masuk dan parkir di luar Mako.
Kasat Sabahara Polres Sergai, AKP Kesmart Purba di lokasi mengatakan, penjagaan sudah sesuai SOP.

” Penjagaan tidak semata karen paska bom bunih diri, keseharian pos ini sudah dijaga ketat sesuai Standart Operasional,” tegas Kesmart.

Laporan : Rahmadsyah

Event

Soal Bangkai Babi, Soekirman : Tindak Pelaku Pembuang Bangkai di Perairan Umum

admin

Published

on

By

Bupati Soekirman diwakili Asisten 1 Fajar Simbolon memimlin Tim Gabungan saat meninjau lokasi bangkai babi di aliran anak sungai Sei Bamban / Photo istimewa : wakuban.co

SERDANGBEDAGAI – Penanganan bangkai babi di perairan umum anak sungai 13 Tualang dan 14 Suka bersama Desa Sei Bamban Kab.Sergai mulai dilakukan.

Tim Gabungan Pemkab Sergai, dipimpin Assisten 1 Fajar Simbolon bersama Polres Sergai, dipimpin Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, KBO Intel Iptu T Sihombing, Kadis Dinas Lingkungan Hidup Panasean Tambunan, Kadis Ketahanan Pangan, M Aliuddin, mengundang Kadis Kesehatan Edi G Hutapea Selasa (12 / 11) disampaikan langsung lokasi bangkai yang diapit areal persawahan itu.

Bersama Kepala Kecamatan Sei Bamban Drs Rudhi Irwansyah, Kades Fadly Lubis, Fajar bersama aparatur, Desa dan Dusun, bergerak menyisir bantaran anak sungai tempat perlindungannya, bangkai babi, dari desa Sei Belutu yang terjangkit virus Vlog Cholera.

Dilokasi itu, Fajar bersama tim menemukan, dapatkan Babi mengumpulkan tersangkut di pelapah pohon sawit yang tumbuh disepanjang bantaran anak sungai.

Bangkai babi membusuk di aliran anak sungai Sei Bamban Kab.Sergai. (Dok.Istimewa wakuban.co)

Kondisi itu menyulitkan tim melakukan evakuasi. Dikarenakan, tekstur lembeknya badan membusuk yang rentan dengan gesekan.

Fajar khawatir, jika dilakukan tanpa perencanaan matang, badan babi akan terburai mengotori udara sungai. Hal itu dan perburuk keadaan.

Fajar mencoba mengurai startegi pengevakuasian bangkai babi di sana. Menurutnya, penebangan pelepah sawit menjadi jurus jitu agar bangkai bisa dihanyutkan dan ditampung alat berat milik PUPR di hulu anak sungai.

“Evakuasi bangkai babi ini harus hati, jika isi badan babi terburai, itu akan merusak ekosistem dan melindungi warga di hulu sungai, kita harus teliti, pastinya besok kita akan bergotong royong bersama warga,” jelas Fajar kepada penggemar.

Eddy G Hutapea berjanji segera melakukan penyemprotan terhadap peternak babi di Kabupaten itu.

Sementara Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Pasaribu melalui Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Hendro Sutarno akan dituntut memperbaiki penghematan bangkai babi yang dilibatkan dalam UU Lingkungan No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan perbaikan lingkungan hidup pasal 69

“Setiap orang mengeluarkan tindakan yang mengharuskan pencemaran dan / atau perusakan lingkungan hidup atau membuang media lingkungan hidup”

Handro mengatakan, tindak pidana dalam undang-undang ini merupakan kejahatan. Begitu juga denga Pasal Pasal 98 (1) yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melakukan yang diminta dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu udara, baku mutu udara laut, atau kriteria baku mutu keamanan hidup, dipidana dengan risiko paling rendah 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Ro10 miliar.

Sementara dalam Pasal 104, Hendro kembali menjelaskan, setiap orang yang melakukan dumping limbah dan / atau bahan ke media Lingkungan hidup tanpa izin menyetujui dalam Pasal 60, dipidana dengan penjara paling lama 3 tahun dan denda Rp 3 miliar.

“Diperlukan sebagai hukuman pada ayat (1) dilakukan orang luka dan / atau bahaya kesehatan manusia, dipidana dengan hukuman penjara paling pendek 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp4 miliar dan paling murah Rp12 miliar,” jelasnya.

Soal bangkai babi yang dibuang di tempat lain di Tanah Bertuah Negeri Beradad itu, Bupati Sergai Ir H Soekirman melalui via WhatsApp mengangkat bicara.

Dari Jakarta, Soekirman menulis sikap sependapat dengan Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, sehingga pihaknya akan melakukan tindakan terhadap pelaksanan bangkai ke pelayaran umum.

Menurut Soekirman, koordinasi dan penanganan wabah virus Vlog Cholera yang kian mewabah di beberapa kawasan di Sumatera Utara harus dilakukan lebih berjenjang.

” Tingkat koordinasi perlu dilakukan, kita harus melakukan koordinasi dengan ragam dinas di tingkat provinsi, kita perlu melakukan penanganan yang lebih sempurna,” tulis Soekirman.

Sebelumnya, sepekan terakhir sejak senin pekan lalu, Kabupaten Sergai dikejutkan dengan penemuan seratusan bangkai bangkai bagi yang mengambang di aliran di Sungai Bedagai hingga ke aliran sungai Rampah sampai bantaran sungai Bamban Dusun 13 Tualang, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban Kab. Sergai.

Kondisi itu membuat warga yang bermukim di tiga wilayah Kecamatan itu panik. Salah satu kepanikan dipicu, akibat aroma busuk ditimbulkan bangkai saat bercampur dengan air sungai.

Di Kabupaten itu, sungai masih menjadi sarana kebutuhan warga, termasuk air sungai sebagai sumber utama untuk mengairi lahan persawahan yang luas membentang.

Kegelisahan datang dari warga bernama Ardi. Penemu pertama bangkai babi itu mengurai kekhwatiran, jika berlarut akan menimbulkan penyakit.

“Kondisi ini membuat kita enggan kesungai dan kesawah, aroma busuknya menyengat, dan bagi umat Islam, Babi merupakan binatang haram,” jelas Ardi.

Laporan: Rahmadsyah

Continue Reading

Event

Pesan Kapolres Sunadi dan Walikota Umar Saat Musnahkan 185 Gram Ganja

admin

Published

on

By

Pemusnahan 185 gram Narkotika Kelas I Jenis Ganza di Halaman Gedung Balai Kota Jl Sutomo Tebingtinggi Jumat (7/9/2019)

TEBING TINGGI- Narkotika Golongan I jenis ganja seberat 185.069,5 gram dimusnahkan di halaman Balai Kota Pemko Tebingtinggi Jum,at (6/9/2019).

Bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi Sik, Walikota Ir H Umar Zunaidi mengajak seluruh masyarakat untuk bersihkan keberadaan dan peredaran Narkotika mulai dari Keluarga, Lingkungan sampai tingkat Kota.

” Bersama sama kita bersihkan narkotika di lingkungan keluarga dan kampung sendiri,” kata Umar.

Umar juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tebingtinggi dan jajaran khusus kepada Sat Narkoba.

Umar menyatakan Narkotika sebagai penyakit paling berbahaya sebagai penyakit menular masuk kategori musuh bersama.

” Kita tidak tutup mata, pemusnahan merupakan bukti tingginya tekad Tebingtinggi membasmi Narkotika,” jelasnya.

Pemusnahan narkotika menunjukkan bahwa Tebingtinggi memiliki bandar, pengedar dan pemakai. Umar menekankan perang terhadap narkoba menjadi tugas bersama.

” Perang terhadap narkoba bukan hanya menjadi tugas kepolisian saja, tapi kita juga,” papar Umar dihadapan delegasi Kajari, PN, Kapalas, Ketua Mui dan Ketua FKUB

Dihadapan Umar Asisten, Kepala OPD, Kabag Humas PP, Camat serta lurah se Kota Tebing Tinggi dan para tokoh agama, Umar mengajak untuk menggelar beragam penyuluhan tang bahaya narkotika.Mulai dari sekolah sampai lingkungan.

” Sepakat narkotika harus dilawan. Pencegahan bukan penindakan,agar generasi muda tidak menjadi pecandu Narkotika,” jelas Umar.

Umar mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika aparatur pemerintah dari Kepala lingkungan hingga ASN terindikasi narkotika.

” Jika Kepala Lingkungan terindikasi kita tidak akan melantiknya,” tegasnya.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi, SIK mengajak untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, efek narkoba merupakan salah satu pemicu meningkatnya kejahatan,” kata Sunadi.

Usai penandatanganan BA pemusnahan, Walikota Umar Zunaidi memberikan piagam penghargaan kepada 16 orang personil sat narkoba Polres Tebingtinggi.(rms14/wkc)

Continue Reading

Ekonomi

Tebing Tinggi Expo 2019, Strategi Handal Kembangkan UMKM

admin

Published

on

By

Pemukulan Gong -Menjadi simbol dibukanya Tebing Tinggi Expo 2019 Sabtu (3/8) malam di Lapangan Merdeka Tebing Tinggi Sumatera Utara.

TEBING TINGGI – Grand Opening Tebingtinggi Expo 2019 Sabtu(3/8) malam  di kawasan Lapangan Merdeka Tebingtinggi diyakini menjadi startegi pengembangan kelompok UMKM di Sumatera Utara.

“ Acara seperti ini bagus untuk mengembangkan UMKM yang ada di daerah daerah, untuk itu seharusnya setiap Kabupaten/kota harus punya acara seperti ini.,” Ujar Wagubsu H Musa Rajekshah saat mewakili Gubernur Sumut usai membuka acara pameran sarana promosi produk UMKM itu.

Expo mampu menjadi staregi handal untuk memperkenalkan potensi daerah baik pariwisata dan budaya. Setiap Kabupten/Kota di Sumut, diminta Ijeck untuk memiliki kegiatan rutin yang harus digalakkan.

Tentunya, Expo akan menjadi daya tarik bagi generasi muda dalam berkreatif dan berkreasi. Kendati Sumut memiliki sarana promosi lewat Pekan Raya Sumatera Utara yang digelar setiap tahun, namun Ijeck menekankan, bahwa itu tidak cukup untuk melahirkan kreatifitas anak muda.

Pihaknya meyakini, Expo seperti itu diharapkan mampu menjadi daya tarik disektor wisata kuliner maupun budaya.

“Tadi saya melihat banyak anak  anak yang memiliki bakat begitu banyaknya,”aku Ijeck.

Sementara pelaksanaan Tebing Tinggi Expo 2019 merupakan rangkaian acara dalam memperingati hari jadi Kota Tebing Tinggi yang ke -102, sekaligus merayakan Hari Bhayangkara ke-73 dan Hari Bakti Adyaksa ke -59 dan pameran dalam memperingati Hari Ulang Tahun proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. 

Diketahui, Tebingtinggi Expo 2019 diikuti 61 stand pameran dari berbagai daerah, diantaranya Kota Medan,Kabupaten Serdang Bedagai, Pemerintah Kabupaten Batubara, Pemerintah Kota Pekanbaru, hingga Kabupaten Pekalongan.

Pertunjukan Gondang Sambilan menjadi pembuka acara yang berhasil membuat kagum Wagubsu H Musa Rajeckshah bersama Wakil Ketua TP PKK Sri Mihari Ayu. 

Kemeriahan semakin jelas terlihat usai pemukulan gong sebagai simbol telah dibukanya Tebing Tinggi Expo 2019. 

Pagelaran kesenian dari Kota Pekanbaru menjadi penutup sembari Wagub Sumut meninjau satu demi satu stand pameran.

Walikota Tebing Tinggi Ir H  Umar Zunaidi Hasibuan MM , mengatakan Tebing Tinggi memiliki visi misi menjadikan sebuah kota jasa. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi daya tarik bagi investor dari luar.

Umar membeberkan beberapa prestasi lokal. Diantaranya racikan produk Teh Segar Sehat kreasi asli anak muda TebingTinggi Sumatera Utara.

Kemampuan meramu produk sendiri hingga penjualannya menjadi bukti bahwa  Tebingtinggi memiliki enterpreneur muda lokal.

“ Tanggerang Selatan, Pekan Baru dan Lombok juga ikut pada Expo ini, di Sumatera Utara, ada Medan, Kab.Serdang Bedagai,Samosir,setiap malam selama 4 hari, kita akan menampilkan berbagai pagelaran bidaya yang ada di Indonesia,” ungkap Umar Zunaidi.

Umar menekankan, even Expo direncanakan menjadi agenda tahunan guna menambah semangat pelaku UMKM    Tebingtinggi menjadi kota jasa dan perdagangan untuk mensejahterakan masyarakat.

Tebingtinggi Expo menurut Umar Zunaidi akan menjadi sarana gairah sektor jasa dan perdagangan,kualitas, produksi, promosi dan pemasaran.

Soal sirkulasi rupiah pada Expo 2018 silam yang tembus diangka 1 Milyar, Expo 2019 kali ini, Umar mengharapkan angka itu bergerak hingga mampu bertenger diangka 1,3 Milyar.

Sebelum dibuka pada pukul 20.00 WIB, 1.500 perserta pawai karnaval budaya asal Kota Pekanbaru, Kota Medan, Kab Simalungun, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Batubara dan ribuan pelajar lokal menjadi pertunjukan mengagumkan saat kreasi busaya itu melintas dan memadati sejumlah jalan protokol menuju Lapangan Merdeka.

Dilepas dari Halaman Kantor Koramil 13 Tebingtinggi dinkawasan Jl K.F Tendean, Kadispora Drs Jumpa Ukur Sembiring langsung melepas peserta budaya sore tersebut disambut meriah dipanggung  kehormatan oleh Walikota Tebing Tinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan bersama tamu kehormatan diantaranya Wali Kota Pekan Firdaus dan Bupati Pekalongan H. Asip kholbihi dan Dir. Eksekutif APEKSI  Sri Indah Wibi Nastiti besarta  FKPD Kota Itu.

Wakil Walikota Tebing Tinggi Oki Doni, Ketua Korwil I APEKSi Firdaus yang juga menjabat sebagai Walikita Pekanbaru, Bupati Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi, Bupati Batubara Zahir dan wakil bupati Batu  Bara, Forkopinda Kota tebing tinggi, Wakil Bupati Serdangbedagai Darma Wijaya, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga dan General Manager PT Pelindo I Cabang Kuala Tanjung Richard Siahaan juga hadir malam itu. (rms14/wkc)

Continue Reading

Trending