Connect with us

Event

Geger, Ditemukan Bayi Dikerumuni Semut Berbalut Seragam Sekolah

admin

Published

on

| 18 views
Bayi perempuan malang saat ditemukan dibawah areal perkebunan sawit

TEBING TINGGI –  Senin (17/6/2019) pkl 09.00 WIB, mendadak semua warga yang bermukim di kawasan Afdeling I perkebunan PT.PD Pinaya, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai geger.

Ratusan warga dikejutkan oleh penemuan seorang perempuan betina memprihatinkan berkondisi dikerumuni semut angkrang dibalut kain putih dengan seragam sekolah SLTP di bawah areal tanaman pohon kelapa sawit.

Manajer perkebunan PT.PD Paya Pinang, Rustam untuk kompilasi diwawancarai menjelaskan, penemuan bayi perempuan bernama Indra Syahputra (42) perusahaan perkebunan yang bermukimim di Pondok 2 kawasan itu.

Rustam bercerita, waktu panen pagi itu, Indra dikejutkan oleh suara isak tangis seperti anak bayi diarel pabrik perusahaan itu.

Rasa penasaran menyelimuti benak Indra dan mencari asal suara yang diambil Indra tak lazim di dengar ditengah kerimbunan pohon sawit.

Alangkah terkejutnya, Indra melihat sosok bayi bertalipusar yang dikerumuni semut jenis angkrang yang terbungkus kain putih yang didukung seragam sekolah bertuliskan SMP Negeri 7 kelas 9.

“Ketakutan dia, saat itu, Indra langsung menghubungi mandor, selanjutnya mandir mengontak saya, bersama kami menuju TKP,” jelas Rustam.

Kejadian itu benar, tanpa berpikir panjang, Rustam langsung membawa bayi malang ke klinik terdekat di Paya Pinang untuk diberi pertolongan secara medis.

Bidan desa Mentari (28) yang menyediakan di klinik itu langsung memberikan perawatan medis. Beberapa jam kemudian, diketahui bayi malang itu berkelamin perempuan dengan berat badan 2,8 Kg dengan panjang diperkirakan 47 cm.

Pihak Kepolisian Polres dan Sektor Tebingtinggi langsung menuju dan olah TKP.

Kanit Reskrim Polsek Tebingtinggi Iptu Mhd.Amin membenarkan, ditemukan sesosok bayi berjenis kelanin perempuan oleh pemanen penanaman dengan menggunakan kain terbungkus putih di bawah pohon kelapa sawit di perkebunan Paya Pinang.

“Bayi masih sehat dan teridentifikasi di klinik, dugaan sementara bayi hasil hubungan hitam, kasus masih dalam perlindungan petugas, perlindungan pembuang bayi masih dalam keadaan mabuk,” jelas Iptu Amin. ( Rms14 / wkc)

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Event

Antisipasi Teror Bom, Pos Penjagaan Polres Sergai Diperketat

admin

Published

on

By

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung di Mako Polres Sergai Selasa (13/11/2019)

Antisipasi Teror Bom, Pos Penjagaan Polres Sergai Diperketat

SERDANG BEDAGAI – Pintu masuk Mapolres Serdang Bedagai diperketat pasca bom bunuh diri terjadi Selasa (13/11) pagi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara.

Sejak pagi, pengendara dan pengunjung yang keluar masuk di Mako Polisi itu diperiksa, termasuk barang bawaan. Personil polisi bersenjata laras panjang lengkap diturunkan.

“Iya, sesuai SOP, hari ini pintu penjagaan di Mapolres Sergai diperketat antisipasi teror bom,” tulis Kapolres AKBP Juliarman Eka Pasaribu via WhatsApp kepada wartawan Selasa(23/11).

Kasat Sabhara AKP Kesmart Purba didampingi, KBO Kasat Sabhara Ipda Surya Abadi memimpin langsung pemeriksaan di pos penjagaan.

Khusus pengendara sepeda motor tidK diperkenankan masuk dan parkir di luar Mako.
Kasat Sabahara Polres Sergai, AKP Kesmart Purba di lokasi mengatakan, penjagaan sudah sesuai SOP.

” Penjagaan tidak semata karen paska bom bunih diri, keseharian pos ini sudah dijaga ketat sesuai Standart Operasional,” tegas Kesmart.

Laporan : Rahmadsyah

Continue Reading

Event

Soal Bangkai Babi, Soekirman : Tindak Pelaku Pembuang Bangkai di Perairan Umum

admin

Published

on

By

Bupati Soekirman diwakili Asisten 1 Fajar Simbolon memimlin Tim Gabungan saat meninjau lokasi bangkai babi di aliran anak sungai Sei Bamban / Photo istimewa : wakuban.co

SERDANGBEDAGAI – Penanganan bangkai babi di perairan umum anak sungai 13 Tualang dan 14 Suka bersama Desa Sei Bamban Kab.Sergai mulai dilakukan.

Tim Gabungan Pemkab Sergai, dipimpin Assisten 1 Fajar Simbolon bersama Polres Sergai, dipimpin Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, KBO Intel Iptu T Sihombing, Kadis Dinas Lingkungan Hidup Panasean Tambunan, Kadis Ketahanan Pangan, M Aliuddin, mengundang Kadis Kesehatan Edi G Hutapea Selasa (12 / 11) disampaikan langsung lokasi bangkai yang diapit areal persawahan itu.

Bersama Kepala Kecamatan Sei Bamban Drs Rudhi Irwansyah, Kades Fadly Lubis, Fajar bersama aparatur, Desa dan Dusun, bergerak menyisir bantaran anak sungai tempat perlindungannya, bangkai babi, dari desa Sei Belutu yang terjangkit virus Vlog Cholera.

Dilokasi itu, Fajar bersama tim menemukan, dapatkan Babi mengumpulkan tersangkut di pelapah pohon sawit yang tumbuh disepanjang bantaran anak sungai.

Bangkai babi membusuk di aliran anak sungai Sei Bamban Kab.Sergai. (Dok.Istimewa wakuban.co)

Kondisi itu menyulitkan tim melakukan evakuasi. Dikarenakan, tekstur lembeknya badan membusuk yang rentan dengan gesekan.

Fajar khawatir, jika dilakukan tanpa perencanaan matang, badan babi akan terburai mengotori udara sungai. Hal itu dan perburuk keadaan.

Fajar mencoba mengurai startegi pengevakuasian bangkai babi di sana. Menurutnya, penebangan pelepah sawit menjadi jurus jitu agar bangkai bisa dihanyutkan dan ditampung alat berat milik PUPR di hulu anak sungai.

“Evakuasi bangkai babi ini harus hati, jika isi badan babi terburai, itu akan merusak ekosistem dan melindungi warga di hulu sungai, kita harus teliti, pastinya besok kita akan bergotong royong bersama warga,” jelas Fajar kepada penggemar.

Eddy G Hutapea berjanji segera melakukan penyemprotan terhadap peternak babi di Kabupaten itu.

Sementara Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Pasaribu melalui Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Hendro Sutarno akan dituntut memperbaiki penghematan bangkai babi yang dilibatkan dalam UU Lingkungan No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan perbaikan lingkungan hidup pasal 69

“Setiap orang mengeluarkan tindakan yang mengharuskan pencemaran dan / atau perusakan lingkungan hidup atau membuang media lingkungan hidup”

Handro mengatakan, tindak pidana dalam undang-undang ini merupakan kejahatan. Begitu juga denga Pasal Pasal 98 (1) yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja melakukan yang diminta dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu udara, baku mutu udara laut, atau kriteria baku mutu keamanan hidup, dipidana dengan risiko paling rendah 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Ro10 miliar.

Sementara dalam Pasal 104, Hendro kembali menjelaskan, setiap orang yang melakukan dumping limbah dan / atau bahan ke media Lingkungan hidup tanpa izin menyetujui dalam Pasal 60, dipidana dengan penjara paling lama 3 tahun dan denda Rp 3 miliar.

“Diperlukan sebagai hukuman pada ayat (1) dilakukan orang luka dan / atau bahaya kesehatan manusia, dipidana dengan hukuman penjara paling pendek 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp4 miliar dan paling murah Rp12 miliar,” jelasnya.

Soal bangkai babi yang dibuang di tempat lain di Tanah Bertuah Negeri Beradad itu, Bupati Sergai Ir H Soekirman melalui via WhatsApp mengangkat bicara.

Dari Jakarta, Soekirman menulis sikap sependapat dengan Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno, sehingga pihaknya akan melakukan tindakan terhadap pelaksanan bangkai ke pelayaran umum.

Menurut Soekirman, koordinasi dan penanganan wabah virus Vlog Cholera yang kian mewabah di beberapa kawasan di Sumatera Utara harus dilakukan lebih berjenjang.

” Tingkat koordinasi perlu dilakukan, kita harus melakukan koordinasi dengan ragam dinas di tingkat provinsi, kita perlu melakukan penanganan yang lebih sempurna,” tulis Soekirman.

Sebelumnya, sepekan terakhir sejak senin pekan lalu, Kabupaten Sergai dikejutkan dengan penemuan seratusan bangkai bangkai bagi yang mengambang di aliran di Sungai Bedagai hingga ke aliran sungai Rampah sampai bantaran sungai Bamban Dusun 13 Tualang, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban Kab. Sergai.

Kondisi itu membuat warga yang bermukim di tiga wilayah Kecamatan itu panik. Salah satu kepanikan dipicu, akibat aroma busuk ditimbulkan bangkai saat bercampur dengan air sungai.

Di Kabupaten itu, sungai masih menjadi sarana kebutuhan warga, termasuk air sungai sebagai sumber utama untuk mengairi lahan persawahan yang luas membentang.

Kegelisahan datang dari warga bernama Ardi. Penemu pertama bangkai babi itu mengurai kekhwatiran, jika berlarut akan menimbulkan penyakit.

“Kondisi ini membuat kita enggan kesungai dan kesawah, aroma busuknya menyengat, dan bagi umat Islam, Babi merupakan binatang haram,” jelas Ardi.

Laporan: Rahmadsyah

Continue Reading

Event

Pesan Kapolres Sunadi dan Walikota Umar Saat Musnahkan 185 Gram Ganja

admin

Published

on

By

Pemusnahan 185 gram Narkotika Kelas I Jenis Ganza di Halaman Gedung Balai Kota Jl Sutomo Tebingtinggi Jumat (7/9/2019)

TEBING TINGGI- Narkotika Golongan I jenis ganja seberat 185.069,5 gram dimusnahkan di halaman Balai Kota Pemko Tebingtinggi Jum,at (6/9/2019).

Bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi Sik, Walikota Ir H Umar Zunaidi mengajak seluruh masyarakat untuk bersihkan keberadaan dan peredaran Narkotika mulai dari Keluarga, Lingkungan sampai tingkat Kota.

” Bersama sama kita bersihkan narkotika di lingkungan keluarga dan kampung sendiri,” kata Umar.

Umar juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tebingtinggi dan jajaran khusus kepada Sat Narkoba.

Umar menyatakan Narkotika sebagai penyakit paling berbahaya sebagai penyakit menular masuk kategori musuh bersama.

” Kita tidak tutup mata, pemusnahan merupakan bukti tingginya tekad Tebingtinggi membasmi Narkotika,” jelasnya.

Pemusnahan narkotika menunjukkan bahwa Tebingtinggi memiliki bandar, pengedar dan pemakai. Umar menekankan perang terhadap narkoba menjadi tugas bersama.

” Perang terhadap narkoba bukan hanya menjadi tugas kepolisian saja, tapi kita juga,” papar Umar dihadapan delegasi Kajari, PN, Kapalas, Ketua Mui dan Ketua FKUB

Dihadapan Umar Asisten, Kepala OPD, Kabag Humas PP, Camat serta lurah se Kota Tebing Tinggi dan para tokoh agama, Umar mengajak untuk menggelar beragam penyuluhan tang bahaya narkotika.Mulai dari sekolah sampai lingkungan.

” Sepakat narkotika harus dilawan. Pencegahan bukan penindakan,agar generasi muda tidak menjadi pecandu Narkotika,” jelas Umar.

Umar mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika aparatur pemerintah dari Kepala lingkungan hingga ASN terindikasi narkotika.

” Jika Kepala Lingkungan terindikasi kita tidak akan melantiknya,” tegasnya.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi, SIK mengajak untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, efek narkoba merupakan salah satu pemicu meningkatnya kejahatan,” kata Sunadi.

Usai penandatanganan BA pemusnahan, Walikota Umar Zunaidi memberikan piagam penghargaan kepada 16 orang personil sat narkoba Polres Tebingtinggi.(rms14/wkc)

Continue Reading

Trending