Connect with us

Serdang Bedagai

Realisasi Pendapatan Daerah TA 2018 Bupati Soekirman Tembus 97,86 %

admin

Published

on

| 20 views
Suasana Paripurna TA 2018

SERDANG BEDAGAI – Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sergai Desa Firdaus Kec. Sei Rampah Selasa (21/6) mengurai gambaran umum dari Ranperda Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kab. Serdang  Bedagai  TA 2018.

Pada Tahun pertama terdapat realisasi pendapatan daerah TA 2018 sebesar Rp. 1.562.221.042.449,04 atau 97,86% dari target sebesar Rp. 1.596.461.917.689,00 dengan rincian PAD sebesar Rp. 194.382.972.213,04 atau 89,59% dari target sebesar Rp. 216.973.431.550,00

Tidak hanya mengulas persoalan realisasi, acara formal tersebut menjadi momen atas pengusungan 3 Rancangan Perda (Ranperda) yang langsung disampaikan Bupati Ir H Soekirman.

Dihadapan pimpinan rapat, Para Wakil Ketua DPRD dan Anggota DPRD, Sekdakab Drs Hadi Winarno, MM, seluruh Asisten, Staf Ahli Bupati Kepala OPD dan Camat, Bupati Ir H Soekirman mengemas dan menyampaikan regulasi tersebut langsung kepada pimpinan DPRD H Syahlan Siregar ST.

Menjelang petang, Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sergai TA 2018, Ranperda tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum dan Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sergai Tahun 2013-2033 resmi diserahkan.

Dalam sambutannya, Bupati Sergai Ir H Soekirman mengatakan, penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Tahun Anggaran (TA) 2018 berlandaskan kepada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan PP RI Nomor 70 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang memuat laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan.

Tujuan Ranperda ini, menurut Soekirman adalah untuk menyajikan informasi tentang pelaksanaan APBD TA 2018 dalam bentuk laporan realisasi APBD berdasarkan tolak ukur rencana kerja yang mengacu pada prinsip akuntabilitas kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sesuai dengan sasaran yang ditetapkan dalam kebijakan umum anggaran tahun 2018.

Selanjutnya pendapatan transfe sebesar Rp. 1.329.956.351.936,00 atau sebesar 99,14% dari target sebesar Rp. 1.341.488.486.139,00.

Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 37.881.718.300,00 atau 99,69% dari target sebesar Rp. 38.000.000.000,00.

Realisasi penerimaan dari kelompok dana pendapatan transfer tahun 2018 mencapai sebesar Rp. 1.329.956.351.936,00 atau 99,14% dari target sebesar Rp. 1.341.488.486.139,00 .

Sementara itu realisasi belanja daerah Pemkab Sergai TA 2018 mencapai sebesar Rp. 1.565.814.462.172,00 atau 93,55% dari jumlah anggaran sebesar Rp. 1.673.713.231.217,32.

Untuk belanja modal sebesar Rp. 349.104.338.217,00 atau 90,02% dari jumlah anggaran sebesar Rp. 387.786.197.704,00.

Belanja tak terduga dianggarkan sebesar Rp. 500.000.000,00 dan tidak ada yang terealisasi serta transfer bagi hasil pendapatan yang terealisasi sebesar Rp. 8.790.691.781,00 atau 99,46% dari jumlah anggaran sebesar Rp. 8.838.606.000,00.

Ranperda Penyelenggaraan Bantuan Hukum, saat ini sangat dibutuhkan sebagai payung hukum untuk membantu masyarakat miskin yang merupakan salah satu rentan sosial termasuk dalam menghadapi permasalahan hukum sehingga pemerintah daerah dapat memberikan bantuan hukum sesuai dengan kewenangan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ranperda tentang tata ruang wilayah, dalam hal penataan ruang Kabupaten Sergai juga menghadapi masalah yang sama dengan daerah-daerah lainnya, perkembangan yang terjadi pada setiap sektor pembangunan cenderung menimbulkan permasalahan seperti peningkatan ruang yang banyak menyebabkan ketidakseimbangan struktur dan fungsional ruang wilayah serta alih fungsi lahan yang terjadi di beberapa kecamatan.

Oleh sebab itu maka Peraturan Daerah Kabupaten Sergai Nomor 12 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sergai Tahun 2013-2033 perlu dilakukan perubahan.(rms14/wkc)

Serdang Bedagai

Soekirman Kepala Daerah Tunggal Sumut  Peraih Penghargaan Satyalencana Presiden

admin

Published

on

By

Bupati Sergai Ir H Soekirman dan Menteri Koordinator Bidang PMK Puan Maharani

SERDANG BEDAGAI –  Kabupaten Serdang Bedagai meraih penghargaan tanda kehormatan Satyalencana Pembangunan Presiden RI Ir H Joko Widodo di Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjar Baru Sabtu (6/7).

Penyematan tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan (SP) bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), diberikan atas komitmen dan kepedulian Soekirman terhadap program itu.

“Penghargaan diberikan kepada Presiden melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Puan Maharani pada puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI,” tutur Akmal dari Kominfo.

Akmal menjelaskan isi pesan akun Whatsup yang dikirim Bupati Soekirman dikirim saat atasannya berada di Kalimantan Selatan.

Lewat akun yang disetujui, untuk Wilayah Sumatera Utara, Soekirman mewakili kepala daerah yang menerima penghargaan layanan bersama satu orang gubernur dan 17 Bupati / Walikota di Indonesia.

Akmal terus mengurai, penghargaan tanda penghargaan untuk Soekirman diberikan kepada negara dan masyarakat di lapangan pembangunan negara pada umumnya serta keberhasilan dalam mendorong pembangunan di bidang KKBPK.

Lewati seleksi ketat dikepanitiaan, Soekirman mendapat komitmen dan kepedulian tinggi terhadap pembentukan dan pembinaan Kampung KB dan grand desain pembangunan kependudukan, termasuk mendukung terhadap program GenRe serta Peningkatan SDM para kader.

” Harganas XXIV di Prov Lampung 2017 silam, Bupati Soekirman juga telah menerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari BKKBN Pusat,” jelasnya.

Usai menyematkan penghargaan, Menteri Koordinator Bidang PMK Puan Maharani mengutarakan,bahwa Harganas merupakan perekat dan pemupuk semangat gotong royong rakyat Indonesia sebagai motivasi untuk memposisikan keluarga menjadi basis kesejahteraan meraih kebahagiaan dalam pemersatu para stakeholder melalui program “Kampung KB”.

Sementara Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo juga mengedepankan keikutsertaan kekuarga sebagai cerminan meraih kesejahteraan.

Formula Hasto dikemas dalam 4 metode pendekatan keluarga berkumpul (reuniting), keluarga berinteraksi (interacting), keluarga berdaya (empowering) dan keluarga peduli dan berbagi (sharing n caring).

Selanjutnya, program Hasto sejalan dengan momentum Harganas XXVI 2019 dalam satu kegiatan yang terus digalakan melalui ” Gerakan Kembali ke meja makan ” dan gerakan ” tidak melihat Media Sosial dan TV pada jam 18.00-21.00 atau gerakan 1821.

Maksudnya, seluruh anggota keluarga akan menerima info mulai pukul 18.00 WIB – pukul 21.00 WIB untuk melakukan aktifitas yang mengarah pada nuansa kekeluargaan.

Ungkapan terima kasih atas partisipasi dukungan pembangunan dsri Soekirmanpun mengalir. Anugrah Satyalancana Pembangunan Tahun 2019 menurutnya telah membawa semangat baru dan motivasi bagi Kabupaten tersebut untuk menjadi lebih baik.

” Terima kasih kami atas doa dan dukungan seluruh masyarakat , Ada atau tidak ada penghargaan kami akan selalu bekerja keras memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas kepada masyarakat,” tegasnya.

Di Marganas XXVI di Kalimantan Selatan itu dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek,
Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor,
Juga Ketua TP PKK Pusat Ani Tjahjo Kumolo serta kepala daerah se-Indonesia.

Sedangkan Bupati Sergai H Soekirman juga didampingi Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Kepala BKKBN Sumut Temazaro Zega selaku lembaga pengusul SP 2019,
Kadis Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Hj Irwani Jamilah, SH, M.Si dersama Kepala Bidang Indriaty Susiwi.

Sektor bisnis dalam gelar dagang yang dikemas dalam Harganas banyak diminati kelompok UPPKS dari selurih unsur lembaga/instansi se-Indonesia.

170 stand yang dipersiapkan terisi penuh, termasuk kelompok UPPKS, UP2K-PKK, dari seluruh lembaga non-se-Indonesia.

Kepesertaan Stand, Sergai mengirim UPPKS
“Ibu Karya” Kecamatan Pantai Cermin binaan Eva Harliah dengan produk andalan cendramatanya. (rms14 / wkc)

Continue Reading

Serdang Bedagai

Bravo, Sergai Raih Juara 1 Piala Stand Inspiratif APKASI  2019 

admin

Published

on

By

Trophy - Juara I Kategori Stand Inspiratif ajang APKASI Otonomi Expo 2019

SERDANG BEDAGAI – Kepesertaan Kabupaten Serdang Bedagai di Ajang bergengi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia( APKASI ) Otonomi Expo 2019 di Jakarta Rabu(3/7) kemarin mendulang sukses.

Usai berhasil mengemas promosi potensi Sergai sebagai “Kampung Pataya” di Jakarta, Kabupaten kepemimpinan Bupati Ir H Soekirman itu berhasil meraih Juara 1 untuk Kategori Stand Inspiratif di sesi penutupan APKASI Otonomi Expo 2019 di Jakarta Covention Centre (JCC) Jumat(5/7).

” Iya benar, di APKASI 2019, kita berhasil meraih juara 1 untuk kategori Stand Inspiratif, data kita terima dari Kadis PMP2TSP, Drs Dingin Saragih M.Si,” jelas Kadiskominfo Sergai Drs Akmal M.Si di Sergai Sabtu(6/7).

Akmal menambahkan, APKASI Otonomi Expo 2019 diikuti oleh 416 kabupaten se-Indonesia. Sergai menjadi salah satu jawaranya. Pengumuman kategori lomba dilakukan saat penutupan.

Akmal menyebutkan, selain Sergai, Kabupaten Sidoarjo juga berhasil meraih juara 1 kategori Stand Konunikatif diikuti Kabupaten Bandung Barat diperingkat II dan Kabupaten Bogor sebagai juara III.

Kategori stand kreatif juga diperlombakan. Kabupaten Maros berhasil meraih juara I, disusul Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Polewali Mandar diurutan III.

Khusus kategori spesial design, juara I kembali diraih oleh Kabupaten Bandung Barat,juara II Kabupaten Ngawi dan juara III Kabupaten Tanah Bambu.

” Untuk kategori Stand Inspiratif kita (Sergai) berhasil meraih juara I setelah berhasil unggul dari Kabupaten Ngawi yang bertengger diperingkat II dan Kabupaten Siak di posisi III,” ungkap Akmal.

Stand Kab.Sergai di APKASI Otonomi Ezpo 2019

Sementara, Kabupaten Jayapura juga berhasil meraih stand favorite. Sedangkan Kabupaten Bandung Barat berhasil meraih posisi sebagai juara umum.

Bupati Sergai Ir H Soekirman melalui Kadis PMP2TSP Drs Dingin Saragih M.Si menyampaikan, keberhasilan prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dan kekompakan sebagai langkah awal masa depan untuk kemajuan kabupaten Tanah Bertuah Negeri beradad itu.

” Kita berharap Investor domestik maupun mancanegara berminat untuk berinvestasi di Kab.Sergai,” harap Soekirman.

Momen kebahagiaan Bupati Sergai Ir H Soekirman saat berada di Stand ajang APKASI Otonomi Expo 2019

Disela acara penutupan, Azwar Anas, ketua APKASI terpilih 2019 yang aktif menjabat sebagai Bupati Banyuwangi itu juga terlihat hadir bersama ratusan kepala daerah dan instansi vertikal lainnya di APKASI Otonomi Expo 2019. (rms14/wkc)

Continue Reading

Serdang Bedagai

APKASI Otonomi Expo 2019, Bupati Soekirman Promosikan Sergai Sebagai “Kampung Pattaya”

admin

Published

on

By

Photo : Bupati Sergai Ir H Soekirman (Batik Coklat) saat bersama Penasehat APKASI, Prof DR Ryas Rasyid,Kadis Kominfo Drs H Akmal M.Si (Batik Hijau)  ketika meninjau stand Kab.Serdang Bedagai di ajang bergengsi APKASI Otonomi Expo,Jakarta 2019).

SERDANG BEDAGAI – Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman menghadiri kegiatan APKASI Otonomi Expo 2019, Trade, Tourism and Investment di Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Kegiatan selama 3(tiga) hari sejak 3-5 Juli 209 yang dibuka oleh Menko Pulhumkan Wiranto bertema “Kemitraan Bisnis untuk Peningkatan Ekonomi Lokal Berkelanjutan” itu menjadi venue promo bagi Soekirman saat dirinya mempromosikan Sergai sebagai “Kampung Pattaya” di Kabupaten itu.

Kesempatan itu dibeberkan Soekirman saat bersama Penasehat APKASI, Prof DR Ryas Rasyid ketika meninjau stand Kab.Serdang Bedagai petang itu.

Dihadapan mantan Mentri Otonomi Daerah itu,Soekirman membeberkan terobosan konsep inovasi pariwisata yang terintegrasi antara pangan,pariwisata dan kebudayaan.

Soekirman mengatakan, potensi itu menempatkan posisi Sergai sebagai salah satu destinasi wisata andalan yang dimiliki Sumatera Utara.

Latar belakang kekayaan integritas bahari,agro wisata,wisata budaya, dan wisata air “River Cruise” akan memastikan bahwa perjalanan wisata akan lebih berkesan dan menyenangkan.

Konsep Pataya itu didukung oleh komponen 12 objek wiaata bahari yang terbentang sepanjang 55 km garis pantai.

Tidak hanya itu, Soekirman juga mengungkap tingginya potensi wisata pertanian melalui agro wisata komoditi padi unggulan dan organik serta holtikuktura dan pengalaman langsung memetik buah dan sayur.

Soekirman juga menjelaskan potensi di segnen wisata budaya. Menurutnya, sebagai wilayah berakar budaya Melayu,Kabupaten itu memiliki kampung budaya Melayu,seperti Banjar,Bali serta situs budaya seperti Pura ,Masjid dan budaya lainnya.

” Di Sergai,kita merancang dan akan membangun Pusat Perkantoran dan Gedung Pemerintahan Terpadu berarteristik budaya Melayu,” kata Soekirman.

Konsep itu akan semakin lengkap,saat Soekirman menguak terealisasinya wisata Waterfront City berupa River Cruise yaitu wisata menyusuri sungai menuju pasar terapung menggunakan kapal melalui wisata air sungai andalan berprestasi alam Sergai lewat keindahan sungai Arung Jeram.

Tidak hanya potensi wisata alam. Soekirman juga menceritakan keberhasilan Kabupaten itu dalam mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil Menegah(UMKM) lewat panganan khas, home Industri anyaman dan merchandise lain yang tidak terpisahkan.

Melalui ajang APKASI Otonomi Expo 2019 tersebut, Soekirman berharap, potensi alam Sergai dapat menarik minat investor domestik dan mancanegara berinvestasi untuk mewujudkan konsep Waterfront City 1,2 dan 3 sesuai penawaran dengan nilai total Investasi 96 Milyar.

Sebelumnya, pihak Soekirman telah melakukan misi promosi pariwisata alam Kabupaten itu hingga ke Mancanegara seperti ke Negara Negri jiran tetangga Malaysia sampai ke Dubai (Uni Emirat Arab(UEA).

Bersama jajaran Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Drs Santun Banjarnahor, M.Si, Kadis Kominfo Drs H Akmal, M.Si, Kepala DPMP2TSP Dingin Saragih, SIP, M.Si, Kadis Perindag Hj Nina Deliana, S.sos, M.Si serta Kepala OPD lainnya, Sokekirman menyempatkan diri menyaksikan pemilihan Puteri Otonomi Daerah Tahun 2019.

Diajang Nasional itu, Maulia Agustina terpilih sebagai duta Belia Utama Sergai yang berhasil masuk peringkat 40 besar dari 163 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Sebelumnya Menko Polhukam Wiranto dalam pidatonya mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh Bupati
yang telah mampu meredam dan menjaga kekondusifan daerah sebelum dan pasca Pemilu tahun 2019.

Pihaknya juga menyampaikan salam dan maaf Presiden Joko Widodo yang berpesan tentang 2 kebijakan dan pelayanan latar belakang otonomi sesuai kondisi daerah.

Pesan lain,  Presiden meminta agar seluruh Kabupaten tidak stagnan dan saling berlomba kebaikan dalam mendorong inovasi terwujudnya persaingan dan kompetisi sehat antar daerah untuk saling memperkenalkan potensi daerah hingga ajang kolaborasi.

Pesan lainnya, Presiden Ir Jokowi fokus menkankan terkait beragam karya inovatif dapat menjadi pendorong mukai dari pertumbuhan dan perkembangan pembangunan daerah dalam program meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

APKASI Otononi Expo,Jakarta tahun 2019 ini diikuti oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota, Provinsi, Kementerian, Lembaga Negara non Kementerian, BUMN, lembaga donor, perusahaan swasta nasional dan multinasional, Atase Perdagangan Luar Negeri, para pelaku usaha/Industri Kecil Menengah, mahasiswa, serta masyarakat umum. (rms14/wkc)

 

Continue Reading

Trending