Connect with us

Pendidikan

Sekolah yang Dikunjungi Bupati Soekirman dan Kadisdik Joni Walker

admin

Published

on

| 4 views
Momen Kebersamaan Bupati Soekirman bersama Kapolres Sergai, Kasdim 0204 dan Kadisdik Drs Joni Walker Manik MM.

SERDANGBEDAGAI -Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTs Tahun Pelajaran 2018/2019 di Kabupaten Serdang Bedagai tengah berlangsung.

Tiga unit sarana pendidian diantaranya SMPN 2 Kecamatan tanjung Beringin, MTs 31 Tanjung Beringin dan SMP Swasta Pancasila menoreh kunjungan Bupati Ir H Soekirman Selasa(23/4/2019).

Namun beliau tidak sendirian, pihaknya datang bersama Kapolres Sergai AKBP. H Juliarman Eka Putra Pasaribu, S.Sos, S.IK, M.SI, Kajari Sergai Jabal Nur, SH, MH, Kasdim 0204/DS Mayor (Inf) Muqsin, S.Ag, Anggota DPRD Sergai Sayuti Nur,M.Pd,
Dan Kadis Pendidikan Drs. Joni Walker Manik, MM.

Soekirman juga mengungkap harapannya terhadap para peserta didik disana untuk tetap fokus ujian dan tidak melakukan aksi coret baju. Peninjauan kerap menjadi rutinitas Soekirman dan jajaranya.

” Selama ujian tingkat SMP/MTs berlangsung kita selalu memotivasi seluruh peserta didik, iya 2 lainnya merupakan sekokah swasta,semua secara online tidak ada yang manual, ssmua pakai komputer atau laptop,” jelasnya.

4(empat) tahun berturut-turut, Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradad tersebut telah memakai ujian sistem online.

Secara tehnis ujian tidak mengalami kendala,kecuai padamnya aliran listrik.
” pasti lah,kita mengharapkan UNBK tahun 2019 lulus 100 persen dengan nilai baik,” ujar Soekirman.

Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik, MM juga mengurai jumlah peserta didik selama UNKB berlangsung.

Peserta ujian di SMPN 2 Tanjung Beringin jumlah siswa yang mengikuti sebanyak 107 siswa. Sementara MTs Tanjung Beringin diikuti 70 orang siswa.

Menururt Joni Walker, UNBK berlangsung selama 4 hari.sejak Senin-Kamis tanggal 22-25 April 2019.

Menurut data, terdapat 40 SMPN dan 46 sekolah swasta dengan rincian 7.953 orang peserta didik. Di Kabupaten itu MTs Negeri cuma diikuti 1 sekolah saja.

Sekolah swasta diikuti 61 sekokah dengan rinvian jumlah siswa sebanyak 3.467 siswa.Total keseluruhan peserta didik mencapai 11.420 orang.

Mata pelajaran yang masuk dalam daftar UNBK diantaranya adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Reporter : Rahmadsyah

News

Putra Asli Sipispis Joni Walker Pimpin PGRI Sergai 2018-2023

admin

Published

on

By

Ketua PGRI terpilih Ka.Sergai Drs Joni Walker Manik saat menoreh restu dari Bupati Sergai Ir H Soekirman

WAKUBAN.CO, Serdang Bedagai – Drs Joni Walker Manik MM menoreh kepercayaan dari Bupati Soekirman untuk kepemimpinan PGRI Kab.Sergai periode 2018-2023.

Terpilih untuk memimpin kelompok guru tersebut , putra asli asal Kec. Sipispis ini  memperkenalkan inovasi putra / putri terbaik SMP Negeri 1 Pantai Cermin terkait pengelolaan sampah menjadi paving blok.

“Kita berharap inovasi pengolahan sampah menjadi Paving blok ini bisa diproduksi secara masal.” Ungkap Joni usai dilantik Ketua PGRI Sumut Drs. Abdul Rahman Siregar dalam acara pengukuhan ketua PGRI Ka.Sergai di Pantai Pondok Permai Kecamatan Pantai Cermin Kamis (24/1).

Joni yakin Inovasi pelajar ini akan mampu mengurangi volume sampah di Indonesia sebagai salah satu negara yang menyandang predikat sebagai negara dengan volume sampah terbanyak setelah Cina.

Joni meminta agar seluruh guru di Kabupaten agar tetap bersatu mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa di Kab.Serdang bedagai dalam bingkai PGRI.

Komitmen menjalin Persatuan, dan persatuan menuju kekompakan menjadi hal penting bagi Joni dan jajarannya.

Karena kekompakan merupakan perisai yang handal untuk para guru agar tidak terpecah dan terkotak.

“Kita cegah perpecahan dan pengkotakkan, karena jika terjadi, maka itu bisa menghambat proses belajar mengajar dan menganggu program PGRI di Kabupaten ini,” tegas Joni.

Acara pengukuhan Joni sebagai Ketua PGRI dihadirin Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman, Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, Kajari Sergai Jabal Nur.

Kakan Kemenag Sergai, Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Marliah Soekirman, Kepala Bank Sumut Cabang Sei Rampah Ahmad Pasundan Tarigan hadir sembari menikmati angin sepoi sepanjang pesisir pantai itu.

Continue Reading

News

Mendikbud Sebut Edukasi Bencana Masuk dalam Proses Belajar

admin

Published

on

By

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan edukasi kebencanaan tak akan masuk dalam mata pelajaran tapi proses belajar mengajar. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)

Jakarta, WAKUBAN.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendymengatakan edukasi kebencanaan tak masuk dalam mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Menurut Muhadjir, edukasi kebencanaan bakal diberikan dalam proses belajar mengajar.

“Saya tegaskan bahwa itu (pendidikan bencana) tidak akan menjadi mata pelajaran. Ini yang penting, karena kalau nanti tidak saya kunci dulu nanti ribut. Jadi tidak akan menjadi mata pelajaran tetapi menjadi bagian dari proses belajar mengajar di sekolah,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/1).

Muhadjir menyebut terdapat tiga masalah kebencanaan yang wajib ditanamkan kepada siswa di sekolah. Tiga hal tersebut antara lain, pengetahuan dan informasi, masalah yang bersifat teknis, serta simulasi bencana.

Muhadjir mengatakan masalah pengetahuan bencana dapat disisipkan ke beberapa mata pelajaran, seperti; geografi, biologi, dan program penguatan pendidikan. Sementara untuk masalah teknis akan disampaikan oleh ahlinya yaitu Badan Nasional Penanggulagan Bencana (BNPB).

“Tidak mungkin guru. Guru nanti kalau harus guru nanti harus melatih guru lagi, malah repot,” ujar dia.

Sedangkan untuk masalah simulasi, kata Muhadjir dapat dimasukkan ke ekstakurikuler, seperti; Pramuka maupun Palang Merah Indonesia (PMI). Menurutnya, simulasi bencana dapat lebih efektif bila langsung mempraktikkan dalam pelajaran tambahan tersebut.

“Jadi nanti di situ lebih efektif jadi di dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Jadi akan kita sebar, tidak jadi mata pelajaran,” ujarnya.

Muhadjir menargetkan pada tahun ajaran baru pelaksanaan tiga bentuk edukasi tersebut dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah. Menurut dia, sampai saat ini telah terdapat empat modul yang dapat digunakan oleh siswa.

“Anak bisa baca sendiri, bisa guru yang jelaskan, syukur-syukur nanti kita bisa bekerjasama dengan Korps Tim Relawan yang di beberapa daerah, kemudian tentu saja BNPB,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya memberikan edukasi  kebencanaan secara konsisten dan dilakukan sejak dini. Jokowi mendorong agar edukasi kebencanaan masuk dalam materi yang diajarkan pada sistem pendidikan.

“Saya sudah minta agar edukasi kebencanaan ini betul-betul dikerjakan secara baik dan konsisten dilakukan sejak dini, masuk dalam muatan yang diajarkan dalam sistem pendidikan kita. Sehingga betul-betul kita siap dalam menghadapi,” kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, dengan topik ‘Program dan Kegiatan Tahun 2019’, di Istana Negara, Senin (7/1).

Sumber : CNN Indonesia

 

Continue Reading

Trending