Connect with us

Bisnis

Waterfront City Sei Ular Sergai Peluang Brilian Investor

admin

Published

on

| 34 views
Photo : Istimewa

WAKUBAN.CO | Serdang Bedagai – Kepala Dinas PMP2TST Kab.Serdang Bedagai Drs. H Akmal M.Si mengatakan bahwa informasi potensi dan peluang investasi terkait pengembangan Waterfront City Sei Ular dan Pataya (Pertanian, Pariwisata dan Budaya) merupakan peluang brillian bagi Investor untuk melakukan investasi di Kab.Serdang Bedagai Sumatera Utara.

Kata Akmal dalam dalam acara Gelar Temu Usaha Investasi 2019 di Aula Thema Park Resort Pantai Cermin Sergai Rabu lalu.

Kegiatan tersebut merupakan strategi promosi potensi dan peluang investasi  sekaligus sebagai  forum silaturahmi dan sarana diskusi guna pengembangan iklim investasi di Kabupaten itu.

“Kerjasama memiliki tujuan  guna mendorong peningkatan penanaman modal yang berkelanjutan sekaligus  kerjasama kemitraan antara pelaku usaha, investor dan UMKM terkait pengembangan potensi lokal.”

“ Gelar Temu Usaha Investasi 2019 sekaligus menyambut Hari Jadi Kab. Sergai ke -15,” ujar Akmal.

“Membangun Perekonomian Desa yang Berdaya Saing untuk Mewujudkan Serdang Bedagai yang Unggul, Inovatif dan Berkelanjutan menuju Sumut Bermartabat” menjadi tema di bumi Tanah Bertuan Negeri Beradad itu.

Kadis PMP2TSP Provsu Ir H Arief Trinugroho, MT, menyampaikan apresiasi atas kegiatan dalam rangka menarik investor di Kabupaten Sergai.

Provinsi Sumut memiliki potensi yang sangat baik,akan mubazir jika tidak ada investor yang berinventasi.

“ Kita harus memiliki informasi akurat untuk mendapatkan kepercayaan Investor. Pembanguna umut akan disesuaikan dengan karateristik masing masing daerah untuk memancing minat Investor untuk berinvestasi.”jelas Arief

 

 

 

Bisnis

Kekayaan Potensi Alam Sergai, Peluang Besar Investor Berinvestasi

admin

Published

on

By

Bupati Soekirman.Wabub H Dharma Wijaya bersama Kadis PMP2TST Sergai Drs.H Akmal M.Si, Kadis PMP2TSP Provsu Ir H Arief Trinugroho, MT, Ketua Kadin (Kamar Dagang indistri) Sumut Sumut Ivan Iskandar Batubara, Wakapolres Sergai Kompol Henri Sibarani

WAKUBAN.CO | Serdang Bedagai – Bupati Kabupaten Serdang Bedagai Ir. H Soekirman mengatakan bahwa di Sergai memiliki  243 desa dengan kekayaan potensi alam perkebunan,pertanian kelautan dan budaya.

Hal itu  Soekirman merupakan peluang besar bagi Investor domestik dan manca negara untuk berinvetasi.

Dalam nawacita yang disampaikan Presiden RI Ir H Joko Widodo mengamanatkan bahwa pembangunan dimulai dari pinggiran yaitu mulai dari desa.

Agar peningkatan ekonomi desa makmur. Jika  desa-desa bisa makmur, maka kabupaten pun akan makmur, begitu juga provinsi juga akan mendapatkan hasil yang positif.

Diskusi menjadi moment saling bertukar fikiran dan pengalaman guna mendapatkan solusi serta ide-ide kreatif dalam hal pengembangan iklim usaha di Kabupaten Sergai.

Soekirman  menyampaikan, pembangunan dalam peningkatan ekonomi desa telah memberikan dampak signifikan.

Peresmian pembangunan infrastruktur Jembatan  penghubung kelompok pedagang dengan jarak tempuh awal 15 km berubah menjadi 1 km di Kecamatan Bandar Khalipah .

Pembangunan itu terbukti mendongkrak harga komiditi masyarakat sekitar desa disana.

Terkait peluang investasi, Soekirman  menyampaikan tujuan global Suistinable Development Goals (SDGs) pembangunan berkelanjutan yang terdiri atas 16 poin.

Diantaranya menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, kesehatan yang baik, pendidikan bermutu, kesetaraan gender, akses air bersih terjamin, energi terbarukan, pekerjaan layak, infrastruktur inovasi, mengurangi ketimpangan, kota dan komunitas yang berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, menjaga ekosistem laut dan darat, perdamaian serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Kaitannya bagaimana koordinasi, kooperasi, dan kerjasama yang dibangun dengan kuat dan kokoh agar mampu mencapai tujuan global Suistinable Development Goals (SDGs).

Pihaknya berpendapat, memasuki era revolusi industri 4.0 dengan segala kemudahan teknologi dapat diikuti dengan komitmen saling mendukung, Inovasi serta kebersamaan.

“ Tidak semuanya harus memakai teknologi, tetap muka secara langsung masih sangat perlu agar  lebih dekat dan saling lebih memahami,”jelasnya.

Prestasi meraih predikat sebagai Kabupaten Zona Hijau kepatuhan tinggi dari Ombudsman RI terkait dengan kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik di tahun 2018, menandakan bahwa Kab. Sergai dianggap kawasan yang memiliki  iklim yang baik untuk usaha.

Kabupaten itu juga mmerolehan penghargaan Pasar Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan sebagai daerah yang terjamin dalam ukuran dan timbangan oleh pelaku usaha.

Tanah bertuah Negeri Beradad itu juga meraih urutan pertama terbersih dalam pengelolaan keuangan dengan persentasi 79% hasil monitoring dan evaluasi Korsupgah KPK RI.

Soekirman mengharapkan, dengan perolehan berbagai penghargaam tersebut, pihaknya berharap  iklim usaha dan investasi di Sergai dapat menarik investor.

“ Tentu hal itu sekaligus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur,” kata Soekirman dihadapan Wabup H Darma Wijaya,  Ketua KADIN Sumut Ivan Iskandar Batubara, Wakapolres Sergai Kompol Henri Sibarani, Asisten Ekbangsos Ir H Kaharuddin.

Acara Gelar Temu Usaha Investasi 2019 di Aula Thema Park Resort Pantai Cermin Sergai Rabu lalu juga dihadiri oleh Kadis P2M2PTSP Provsu Ir H Arief Trinugroho, MT, Kadis PMP2TSP Sergai Drs  H Akmal, M.Si beserta jajaran.

 Kepala Bappeda Hj Prihatinah, Kadis Perindag Hj Nina Deliana, Camat Pantai Cermin Drs H Benny Saragih, MM, Muspika, para pelaku usaha, investor, serta para pimpinan perusahaan turut hadir petang itu.

 

Continue Reading

Bisnis

Kadin Sumut Ivan : Ruh Sejati Pengusaha adalah Bersaing

admin

Published

on

By

Photo : republika.co.id

WAKUBAN.CO | Serdang Bedagai –  Ketua Kadin (Kamar Dagang indistri) Sumut Sumut Ivan Iskandar Batubara menekankan bahwa  pengusaha sejati harus memiliki ruh yang mampu bersaing secara sehat.

Karena bagi pengusaha memiliki jiwa bersaing menjadi hal penting, walau potensi alam yang dipijak memiliki hasil bumi berlimpah.

Pihak Ivan menyambut baik berbagai upaya untuk memajukan iklim usaha bagi 514 Kabupaten di Indonesia, termasuk peluang investasi di Kabupaten Serdang Bedagai.

Bagaimana Investor percaya untuk menempatkan dana di Kab.Sergai. Tidak hal sulit jika mengetahui tehniknya.

Di Korea Selatan misalnya, Negara itu memperoleh kucuran dana 600 Trilliun lebih dari Investor.

Sulit untuk merebut kepercayaan para Invesor. Karena para penanaman modal itu harus dapat diyakinkan bagaimana penanaman uang mereka  dijamin aman dan meyakinkan memberikan keuntungan  termasuk daerah tempat investasi.

Menurut Ivan, prosedur investasi menjadi salah satu penghambat iklim invetasi di Indonesia.

“ Investasi ini adalah tentang seni dan bagaimana kita meraih trust (kepercayaan) dari investor serta didukung sarana dan prasarana yang baik, seperti  membangun sebuah gedung, tentu dasar atau basementnya harus kuat dan kokoh terlebih dahulu,” jelas Ivan

Berdiri dari sisi pengusaha,KADIN akan selalu bekerjasama dengan para pengusaha dan tidak menghitung kelas pengusaha dari jumlah aset.

Bagian terpenting Ivan mengatakan, bagaimana membangun kecintaan kepada negara ini dengan sungguh-sungguh guna mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Ivan tidak menampik, Modal menjadi permasalahan utama dalam dunia usaha.

Tidak sedikit pengusaha besar berawal merintis dari modal kecil, namun kesungguhan dan mampu meyakinkan investor, akhirnya dapat mampu bertahan seiring perubahan zaman.

“Pihak Rumah besar kamar dagang itu menyarankan, hendaknya pengusaha  jangan cengeng dan manja hanya selalu mengharapkan bantuan, baik dari pemerintah maupun dari pihak lainnya.”kata Ivan dalam acara Gelar Temu Usaha Investasi 2019 di Aula Thema Park Resort Pantai Cermin Sergai Rabu lalu.

 

Continue Reading

Bisnis

Go-Jek Ditolak Filipina, Menkominfo Ambil Tindakan

admin

Published

on

By

Photo dok. medium.com

WAKUBAN.CO | Jakarta – Belum lama ini, Go-Jek dilaporkan ditolak kehadirannya oleh Filipina. Hal tersebut lantaran Velox Technology Philippines Inc, unit bisnis Go-Jek di Filipina, tak bisa memenuhi aturan yang diterapkan oleh pemerintah setempat terkait dengan kepemilikan saham oleh asing.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku sudah melakukan tindakan terkait penolakan itu. Ia telah melakukan komunikasi dengan pihak Filipina agar bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya sudah bicara dengan menteri counterpart saya di Filipina tolong bantu, karena saya juga akan bantu kalau misalnya unicorn Filipina mau masuk ke indonesia,” ujarnya saat ditemui dalam sebuah kesempatan.

“Kan saling bantu. Kalau kita sesama negara ASEAN tidak saling bantu, itu platform lain, unicorn dari negara lain, dari wilayah lain yang masuk ke ASEAN, rugi kita nanti ASEAN,”
katanya menambahkan.

Pria yang kerap disapa Chief RA ini meneruskan, Indonesia adalah negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini membuat startup ucinorn Tanah Air seperti Go-Jek tidak hanya sanggup memperkuat posisi Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara.

“Platform itu membawa solusi. Kalau kita lihat Manila, lalu lintasnya itu tidak kurang ribet dari Jakarta. Selain membawa solusi, kan bisa juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sana,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending