Connect with us

Teknologi

Kemkominfo Cabut Layanan First Media dan Bolt Hari Ini

admin

Published

on

| 20 views
Photo By Google

WAKUBAN.CO | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemkominfo) akhirnya mengakhiri penggunaan pita frekuensi 2.3GHz dari PT First Media Tbk (KBLV) dan PT internux (Bolt).

Keputusan ini diambil setelah sebelumnya dilakukan penundaan pencabutan izin frekuensi pada dua perusahaan tersebut demi pelanggan.

Menurut Dirjen SDPPI (Kemkominfo) Ismail, pengakhiran penggunaan pita frekuensi ini dilakukan karena kedua perusahaan tidak dapat membayar kewajiban Biaya Hak Penggunaan Spektrum Radio pada negara.

Selain First Media dan Bolt, penghentian juga berlaku untuk PT Jasnita yang memiliki tunggakan serupa

“Dengan dua Keputusan Menteri Kominfo, mulai Jumat 28 Desember 2018, kedua operator telekomunikasi itu secara resmi tidak lagi dapat menggunakan pita frekuensi radio 2.3Ghz untuk layanan telekomunikasi,” tutur Ismail dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Adapun pencabutan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Kominfo Nomor 1012 Tahun 2018 untuk PT Internux. Sementara keputusan untuk PT First Media Tbk dituangjan dalam Keputusan Nomor 1011 Tahun 2018.

Untuk melaksanakan keputusan itu, kedua operator tersebut diharuskan melakukan shutdown terhadap core radio network operator center (NOC). Dengan kata lain, kedua perusahaan tersebut tidak dapat lagi melayani pelanggan memakai pita frekuensi radio 2.3GHz.

Secara terpisah, Bolt juga secara resmi mengakui akan menghentikan layanannya. Langkah ini diambil menyusul adanya tunggakan utang izin penggunaan frekuensi 2.3Ghz yang tak dibayar Bolt hingga tenggat waktu pembayaran berakhir.

Dalam keterangan tertulis Bolt yang diterima Tekno Liputan6.com, Jumat (28/12/2018), Direktur Utama PT Internux Dicky Mochtar memastikan, meski layanan 4G LTE perusahaan telah berhenti, segala hak pelanggan akan tetap dipenuhi perusahaan.

“Kami sudah menerima Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika terkait hal ini. Menyikapi surat tersebut, Bolt mendukung keputusan Kominfo dan sepenuhnya bekerjasama untuk menyesuaikan layanan 4G LTE di Jabodetabek, Banten, dan Medan terhitung sejak diterimanya Surat Keputusan tersebut,” kata Dicky.

Meski tutup layanan, Bolt berkomitmen mengutamakan kepentingan dan pemenuhan hak pelanggannya.

Bolt pun mengucapkan terima kasih kepada Menkominfo dan pelanggan karena telah setia menjadi pelanggan.

“Bolt bersyukur telah menjadi satu-satunya operator Broadband Wireless Access (BWA) yang melakukan roll out secara masif dan melayani Pelanggan dengan menghadirkan akses internet cepat 4G LTE,” ujar Dicky.

Dalam keterangannya, Dicky menyebut, komitmen untuk memperhatikan pelanggan ditunjukkan dengan pihak Bolt yang mematuhi keputusan Kemkominfo.

Tercatat, sejak 17 November 2018, Bolt berkoordinasi dengan Kemkominfo untuk menjaga kepentingan konsumen dan sejak tanggal 21 November 2018 tidak lagi menerima pembelian pulsa (top up).

“Bolt pasti akan memenuhi kewajibannya kepada seluruh Pelanggan aktif Bolt, baik prabayar maupun pascabayar,” ucap Dicky.

Sumber : Liputan6.Com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Serdang Bedagai

Dititik Rawan Ini Kementrian ESDM Pasang Lampu Solarcell

admin

Published

on

By

Galian Tiang Lampu Solar cell di Kawasan Rawan Kejahatan

SERDANG BEDAGAI – Usulan Permohonan Pengadaan Tenaga Listrik berenergi tenaga surya Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kab.Serdang Bedagai melalui Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta berbuah harapan.

Pekan ini, diperlukan 300 unit pengadaan tiang lampu komplit di Tahun 2018 yang membentuk tiang lampu tengah tengah dibeberapa titik rawan di Kabupaten itu.

Usulan sarnana penerangan jalan yang diklaim telah disetujui pihak Kementrian ESDM dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) TA 2019.

Diketahui Ada 100 unit fasilitas penerangan hemat energi yang mulai dibangun.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Serdang Bedagai, Drs Dasril SKM M.Kes, Senin (17/6) mengamini hal itu.

Jalinsum Ini Tergolong Kawasan Sepi dan Gelap saat Malam Hari (Foto: Rahmadsyah | WAKUBAN.CO)

Dasril menjelaskan, 100 lubang awal telah digali untuk wadah pondasi berstruktur besi sesuai pengajuan.

Seperti di Gapura Selamat datang di Kab.Serdang Bedagai seputar jembatan Sei Ular Kec.Perbaungan. Kawasan itu merupakan titik nol yang memasang lampu Solarcell yang menuju arah objek wisata Pantai Cermin di Kabupaten itu.

Selanjutnya, pihak Perkim juga mengikat, Desa Siberia Kecamatan Teluk Mengkudu memperoleh 50 unit tiang lampu yang dipasang di Jalinsum Rawan Kejahatan dimulai dari Pintu Tol Teluk Mengkudu hingga memperoleh kuda punggungan yang disebut Keramat Kuda.

“50 titik selanjutnya kita pasang di depan pintu Tol Teluk Mengkudu menuju Desa Fordaus, Desa Payalombang dan Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi ada 100 titik lampu di sana, doakan Juni ini rampung, kita akan melakukan perawatan dan pemeliharaan,” jelas Dasril.

Upaya mendorong angka kematian melalui pemasangan lampu jalan dibeberapa titik di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradad di apresiasi Yono (45) warga simpang Kecamatan Teluk Mengkudu.

Menurutnya, penetapan titik pemasangan oleh pihak Perkim di lokasi hitam dan sepi yang menimbulkan timbulnya rawan kejahatan, sangat berbahaya.

“Keseharian saya berjualan kedai basah, jalan ini kerap saya lalui, terima kasih Bupati Soekirman dan Wakil Dharma Wijaya, harus kami terima,” ungkapnya. (rms14 / wkc)

Continue Reading

Teknologi

Facebook Akan Gabungkan WhatsApp, Instagram, dan Messenger

admin

Published

on

By

Ilustrasi media sosial (Foto: Pixabay)

Salah satu perusahaan teknologi dan sosial media terbersar di dunia Facebook, tengah melakukan pengembangan terhadap sistem aplikasinya. Facebook berupaya melakukan penggabungan sistem pada layanan WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger agar ketiga aplikasi tersebut saling terhubung dan bisa berkirim pesan satu sama lain.

Facebook memasitkan ketiga aplikasi itu akan terus ada dan beroperasi sebagai aplikasi mandiri. Akan tetapi, di belakang itu semua, Facebook sedang membangun infrastruktur dasar di balik WhatsApp, Instagram, dan Messenger, agar bisa saling terhubung.

Menurut laporan The New York Times, setelah mendapatkan bocoran dari sejumlah sumber yang terlibat dalam proyek ini, perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu menjanjikan semua aplikasi akan menyediakan fitur pesan enkripsi end-to-end untuk menjamin keamanan.

Dengan cara ini, maka pengguna Messenger bisa langsung berkirim pesan dengan pengguna WhatsApp. Cara ini menerobos batas layanan aplikasi pesan yang selama ini tidak bisa dilakukan oleh lintas platform.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (Foto: Reuters/Gerard Julien)

“Kami ingin memberi pengalaman pengiriman pesan terbaik yang diharapkan; dan orang-orang ingin pengiriman pesan cepat, sederhana, andal dan privat,” kata Facebook dalam sebuah pernyataan, Sabtu (26/1).

“Kami sedang berupaya membuat lebih banyak produk perpesanan kami terenkripsi end-to-end dan mempertimbangkan cara-cara untuk membuatnya lebih mudah menjangkau teman dan keluarga di seluruh jaringan.”

Sejumlah sumber The New York Times mengatakan, pekerjaan untuk mengintegrasikan ketiga aplikasi sudah dimulai dari sekarang. Pengembangan ditargetkan akan rampung pada akhir 2019 atau awal 2020.

Facebook sebenarnya sudah memulai integrasi aplikasi yang mereka garap. Sebagai contoh, jika seorang pengguna Instagram mengunggah konten gambar di fitur Stories, maka ada pilihan agar konten itu bisa dibagikan pula ke Facebook Stories.

Sumber : kumparan.com

Continue Reading

Teknologi

4 Strategi WhatsApp Lawan Oknum Kejahatan via WA

admin

Published

on

By

Logo WhatsApp pada layar ponsel. (thenextweb.com)

WAKUBAN.COJakarta – Aplikasi pesan WhatsApp terus melakukan pembaruan yang menghadirkan fitur-fitur baru. Selain itu, WhatsApp juga melakukan beberapa langkah pencegahan penyalahgunaan WhatsApp.

VP Public Policy and Communications WhatsApp Victoria Grand, di Menteng Room 1 dan 2, Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa WhatsApp telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah platform disalahgunakan oleh orang yang tak bertangung jawab.

Berikut langkah tersebut:

1. Batasan Forward Pesan
Victoria menjelaskan bahwa WhatsApp telah menetapkan batasan untuk meneruskan pesan. Batasan secara global untuk meneruskan adalah lima obrolan dalam satu waktu. “Kedepannya kami akan terus mencari solusi baru untuk mengatasi peredaran informasi yang viral,” ujar Victoria.

2. Blok Akun Spam
WhatsApp memiliki teknologi deteksi terbaik yang bekerja sepanjang waktu untuk menemukan akun yang menunjukkan aktivitas abnormal. Sehingga, kata Victoria, mereka tidak bisa lagi digunakan untuk menyebarkan spam atau misinformasi. WhatsApp, Victoria berujar, juga mengandalkan laporan dari pengguna untuk mengambil tindakan terhadap akun yang mengirimkan pesan-pesan yang tidak diinginkan.

3. Update Sistem Pelaporan
WhatsApp melakukan beberapa perubahan terhadap fungsi pelaporan di dalam aplikasinya. WhatsApp menyediakan fungsi ‘Report Spam’, dan kini fungsi itu disebut ‘Report’ yang mengajak pengguna untuk memberitahukan kepada WhatsApp isu-isu potensial yang ditemukan di WhatsApp.

“Tim kami terdiri dari para ahli Bahasa Indonesia. Selain itu, kami juga menyediakan opsi bagi pengguna untuk menyimpan pesan yang dilaporkan dari ponsel mereka, jika mereka ingin membagikannya dengan tim pemeriksa fakta atau petugas penegakkan hukum,” tutur Victoria.

4. Bekerja sama dengan Pemerintah dan Masyarakat
WhatsApp memberikan penghargaan berupa hibah penelitian independen untuk menyampaikan pengembangan produk dan upaya keamanannya. “Dua riset dari penelitian akan dilakukan di Indonesia,” ujar Victoria.

Selain itu, aplikasi pesan besutan Facebook itu bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang literasi digital. Tujuannya untuk membangun kesadaran tentang cara mendeteksi kabar bohong atau misinformasi.

WhatsApp akan bermitra dengan organisasi pemeriksa fakta, sehingga pengguna dapat mengajukan pertanyaan dan mendapatkan informasi yang belum diyakini kebenarannya atau misinformasi yang beredar di WhatsApp.

“Kami percaya bahwa pendekatan yang terbaik adalah bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk memberikan
edukasi tentang misinformasi,” kata Victoria. “Dan di waktu yang bersamaan, kami melanjutkan pengembangan produk yang dapat memberdayakan orang dan mencegah terjadinya pelanggaran.”

(Sumber : Tempo.co)

Continue Reading

Trending